Peran Hutan Sebagai Penyedia Jasa Lingkungan

Kategori: Artikel | 07 December 2006 | 10:48 am |
8 Komentar

Komentar dari dendroasper

05 07 2008 | 8:47 am

artikel ini menarik..
salut.. kami masih butuh artikel mas.. yang lebih detil tentang carbon trade atau carbon sink, apasih .. penterjemanahn konsep tersebut, kami masih bingung. kalo mas ada lit.. yang bisa membantu tolong kasi tau kemana kami mencari.
mengenai angka yang ada dalam artikel mas,. itu hasil penelitian siapa ..?? kalo memang ada pernah dipublikasikan dimana..?? sumbernya kalo bisa ditambah atau memang .. dari hasil penelitian mas. tks

Komentar dari hendra

03 02 2009 | 11:02 pm

Bagaimana prosedur untuk mendapatkan izin pengelolaan jasa lingkungan untuk ekowisata di dalam kawasan hutan negara?Adakah pedoman dari Departemen Kehutanan? mengingat di daerah saya Pulau Belitung ada beberapa kawasan hutan negara yang memiliki potensi wisata namun sampai saat ini belum dapat dikelola. Pemda Kab. Belitung berniat mengelola areal wisata tersebut namun terkendala dengan masalah perizinan karena lokasinya berada di dalam kawaan hutan lindung/produksi, mohon petunjuknya.
terima kasih.

Komentar dari astri

24 02 2009 | 1:11 pm

Mas.. astri download tulisan Mas sebagai tambahan informasi.. astri ada penugasan kuliah, makasih
(astri meirani mulyono putri… fkt-ugm-ksdh98, lulus 2003, tugas di TN Bukit Tigapuluh)

Komentar dari amir

12 05 2009 | 2:11 am

lanjutkan perjuangan anda pak, sukses sll

Komentar dari Terunajaya

19 08 2009 | 11:42 am

Saya tertarik lebih lanjut dengan tulisan ini.
Bagaimana cara saya memperolehnya.

Terima kasih dan hormat saya

TERUNAJAYA
JALAN PERMATA KEMBANG NO.15
KOMPLKS VILLA MALINA
MEDAN(20132)
SUMATERA UTARA

Komentar dari mita ramayati

10 01 2010 | 12:21 pm

nilai jasa lingkungan hutan saat ini sebenarnya laksana mutiara, bernilai tinggi namun perlu usaha untuk mendapatkannya.
Karena tidak mudah, sayang, hal ini banyak yang kurang perhatian dan lebih berminat pada hasil yang mudah diperoleh saja, yaitu kayu, terutama dari HA dimana pemanenan kegiatn pertama.

Sesungguhnya, bila kita lebih concern pada nilai jasa lingkungan, keuntungan materi dapat diperoleh, dan kelestarian hutan akan tetap terpelihara, dimana jasa tersebut akan selalu tersedia dengan sendirinya (double keuntungan bukan??)

Bila hal ini telah dipahami setiap pihak, upaya pelestarian alam tak lagi sulit dilakukan, kegiatan semacam CDM atau REDD akan mudah diimplementasikan.

Kembali, kesadaran lah yang sangat diperlukan..

Salam rimbawan…

Komentar dari rera

23 03 2010 | 8:02 am

sebagai mahasiswa indonesia, mari kta bersama menjaga kelestarian hutan kita. semangka!! eh, semangat..

Komentar dari ahmad nadhira

22 11 2010 | 8:55 pm

kpd yth.pak suryatmojo, mohon izin sy bertanya, sy ada membaca sebuah hasil penelitian,sy ingin bertanya pd bpk knp pohon pinus jenis pinus kesiya di filiphina (umur 30 thn, dengan DBH 12,53 cm) memiliki kerapatan carbon 48,51 ton/ha yg lebih tinggi dibandingkan tectona grandis, acacia auriculiformis, g.arborea ? terima ksh atas penjelasannya.


Isi Form dibawah ini untuk berkomentar / bertanya

Komentar:

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

Autor

Nama : Hatma Suryatmojo
Email : hsuryatmojo@ugm.ac.id
Bidang : Hidrologi Hutan
Lab. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan.
Fakultas Kehutanan.
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta - Indonesia